oleh

Jelang PSBB di Pekanbaru, BI Riau Siapkan Rp 6,4 Triliun Uang Tunai yang Sudah Higienis

PEKANBARU – Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru yang akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disambut Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Riau dengan menyiapkan uang tunai Rp 6,4 triliun.

“Uang sebesar Rp 6,4 triliun itu akan kita distribusikan ke bank – bank yang ada di Riau dan selanjutnya pihak bank masing-masing yang mendistribusikan ke cabangnya,” ujar Kepala KPw BI Riau Decymus kepada Tribun, Senin (13/4).

banner 300x250

Kondisi uang tambah Decymus, sudah higienis, tujuannya agar masyarakat tidak khawatir di tengah wabah corona, saat menerima pecahan rupiah dari bank.

“Setiap hari teman-teman perbankan melakukan kegiatan setor-tarik uang di BI. Cara kami membuat uang tetap higienis setiap kali perbankan akan melakukan penarikan maka dipastikan uang yang akan mereka terima adalah uang baru yang telah melalui tahapan karantina selama 14 hari,” ucap Decymus.

Tapi dalam ketentuan berlaku jelas Decymus, PSBB biasanya hanya membatasi pada kegiatan-kegiatan tertentu, sedangkan kegiatan perbankan masuk dalam kategori kegiatan yang dikecualikan dalam PSBB. “Jadi kalau perbankan itu posisinya sama dengan PLN, rumah sakit, Bulog. Perbankan adalah salah satu kegiatan yang sifatnya berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, yang mendapat pengecualian,” ungkap Decymus.

Walaupun ada pengecualian kata Decymus, pihaknya tetap merujuk dengan Protokol Covid-19 sebagaimana ketetapan pemerintah.

“Untuk jam operasional kita persingkat. Biasanya, kegiatan penukaran uang dilakukan dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Namun kini diperpendek hingga pukul 11.00 WIB saja,” ujar Decymus.

Perbankan yang datang ke BI terang Decymus, biasanya tidak ada pembatasan waktu, terserah mereka mau datang jam berapa saja.

“Tapi sekarang waktunya kami sesuaikan, misalnya untuk jam operasional dari pukul 08.00 – 09.00 dikhususkan untuk bank tertentu. Kemudian pukul 09.00-10.00 WIB dikhususkan untuk bank lainya, sampai jam operasional tutup. Intinya BI sudah atur bank-bank yang akan datang untuk melakukan kegiatan penukaran uang,” ucapnya.

Pembatasan jam operasional tersebut tidak hanya dari jam kunjungan perbankan, tapi juga jam operasional karyawan.

“Baik BI maupun di perbankan lain sejauh ini sudah melakukan split operation pembagian kerja sesuai dengan kebijakan work from home,” ungkap Decymus.

Dijelaskan Decymus, hal ini untuk mengurangi intensitas perkumpulan pergawai agar tidak terlalu banyak dalam satu kantor. Langkah serupa juga diberlakukan pada setiap kantor perbankan di Riau.