oleh

Kota Bagansiapiapi Sepi, Kedai Kopi dan Hotel Tutup, Pedagang Mengeluh, Pekerja ‘Cemas’ Kena PHK

BAGANSIAPIAPI – Kota Bagansiapiapi dalam beberapa hari ini terlihat sepi. Tidak terlihat lagi keramaian seperti biasanya. Suasana lengang hampir terjadi di setiap ruas jalan kota yang dulu terkenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia itu.

Kota yang akrab dengan kedai kopi ini seperti kota tak berpenghuni, tak terlihat lagi warga nongkrong di kedai kopi baik pagi, siang maupun malam pasca mewabahnya virus Corona (Covid-19).

banner 300x250

“Hancur kami, tak ada yang belanja. Dan kita juga khawatir dagangan kita diangkut Satpol PP,” ujar Ani (43) dan Rudi (22), pedahang kaki lima makanan ringan di Bagansiapiapi kepada GoRiau.com, Minggu (12/4/2020).

Dikatakan mereka, walau sepi, mereka tetap berjualan karena anak-anak di rumah perlu makan. “Ini yang didapat pun kecil,” ujarnya dengan wajah sedih.

Hal yang sama juga diakui Tia, pemilik kedia kopi Hailam. Dikatakanya, sejak adaya wabah virus Corona, omsetnya anjlok. Untuk mengurangi biaya, akhirnya pramusaji di kedia kopi milimua diistirahatkan. “Kan kami tdak boleh melayani pembeli yang makan dan minum disini, harus dibawa pulang, kalau kami masih terima nanti meja dan kursi kami diangkat petugas,” ujarnya.

Bukan hanya pedgang yang mengeluh, tapi hampir semua usaha termasuk hotel. Banyak hotel dan wisma di Kota Bagansiapiapi yang akhirnya untuk sementara berhenti beroperasi.

“Karena penginapan tutup, kami dirumahkan dulu, kami terpaksa menganggur. Tapi mudah-mudahan jangan sampai kena PHK selamanya,” ujar Edi (25) cleaning servi salah satu penginapan di Bagansiapiapi.