oleh

Karir Cemerlang; Mantan Dandim 0314/Inhil Itu Kini Bintang Dua

Jakarta (Inforiau.ID) – Setelah sepuluh tahun berlalu meninggalkan Kabupaten Indragiri Hilir, mantan Dandim 0314/Inhil Benny Octaviar, MDA kini berpangkat Mayor Jenderal TNI (Mayjen TNI).

Saat masih bertugas di Kota Tembilahan tepatnya Komandan Kodim 0314/Inhil, Benny masih berpangkat Letnan Kolonel. Dan kini, pria yang pernah betugas pada tahun 2008 sampai 2010 lalu itu sudah terpasang Bintang Dua dipundaknya.

banner 300x250

Meskipun sudah berpangkat Mayor Jenderal TNI, dan menjabat sebagai Pa Sahli Tk. III Bid Wassus dan LH Panglima TNI, namun Benny tetap mengingat Kabupaten Indragiri Hilir sebagai kenangan yang sulit dilupakan.

Selama bertugas sebagai Dandim 0314/Inhil, Sang Jenderal ini menuturkan bahwa Ia merasakan kedekatan emosional dengan seluruh lapisan masyarakat Inhil karena merasa seperti berada di rumah sendiri.

“Saya tidak menyangka akan berdinas di Indragiri Hilir, dimana sebagian besar masyarakatnya berbahasa Banjar dan memegang adat Melayu yang kuat. Hal ini menjadikan saya merasa berdinas di ‘rumah’ sendiri”, sebut mantan Dandim yang berdarah Sunda-Banjar ini sembari menyampaikan kesannya selama bertugas di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Benny Octaviar menceritakan, pada waktu masa tugasnya di Inhil berakhir, rasa berat untuk meninggalkan Kota Seribu Parit saat itu tercurah, namun pengabdian pada negara harus tetap berlanjut kedepan.

Benny Octaviar, selanjutnya ditugasi sebagai Dosen dan pembimbing di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung dan diutus melaksanakan pertukaran Dosen dg Command and Staf College, Singapura.

Setelah kembali ke Direktorat Zeni AD, beberapa pendidikan diikutinya. Diantaranya kursus Pertahanan Senjata Pemusnah Massal dan Anti Terror; SCWMD/Terrorism di Garmisch Partenkirchen, Jerman dan CDS DSSC, NDU (Lemhanas) di Beijing China.

“Setelah Lemhanas di China, saya berdinas kembali di Seskoad sebagai Direktur Pendidikan”, ujarnya.

Akhir tahun 2015, ayah dua orang anak ini ditugasi Panglima TNI sebagai Kepala Pusat Pengkajian Strategi TNI, dengan pangkat Brigadir Jenderal.

Selama hampir 3 tahun, Brigjen kelahiran Kandangan Kalsel ini menjadi Ketua Delegasi NADI (Network Asean Defense Institution) Indonesia, berkeliling ke berbagai negara untuk berdiskusi bidang-bidang Strategi Pertahanan dengan institusi serupa, terutama di negara-negara anggota ASEAN.

Melalui berbagai info yg didapat, beberapa tugas dan pengalaman yang beliau saat Perwira Muda hingga Pamen, diantaranya adalah penugasan operasi di Timor Timur, menjadi pelatih Taruna di AKMIL Magelang dan Komandan Kontingen Garuda di Afrika Barat.

Menurutnya, dinamika tugas yang menuntut totalitas pengabdian sebagai abdi negara tidak membuat dirinya melupakan keluarga sebagai pendorong semangat menjalani tugas dan menapak karier di dunia kemiliteran. Demikian tutur Suami dari Dokter Sinta yang juga pernah bertugas sebagai dokter di Tembilahan dan Puskesmas Concong Luar ini.

“Walaupun beberapa waktu dan penugasan, keluarga tidak dapat turut serta, namun dukungan semangat dan kebersamaan keluarga selalu menjadi dorongan bagi saya. Keluarga selalu menjadi dorongan semangat untuk kita semua,” ujar Jenderal yang kuliah dan mendapat gelar Master (S2) bidang Pertahanan dari RMCS, Cranfield University, Inggris ini.

Pada pertengahan Desember 2019, mantan Dandim Inhil ini mendapat tugas baru sebagai Sahli Tk III Panglima TNI dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Selain dirinya yang naik pangkat Mayjen TNI, terdapat juga 5 Pati yang lainnya, yaitu Mayjen TNI Dedi Sambowo, Mayjen TNI Zulfardi Junin, Mayjen TNI Sugeng dan Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi dan Mayjen TNI Kasim Genawi.

Ketika ditanya keinginan untuk kembali ke Riau, Benny Octaviar mengatakan keinginannya untuk dapat kembali bertugas di wilayah Riau selalu ada, namun sebagai seorang prajurit harus siap ditugaskan dimanapun.

Terakhir, kami meminta pesan beliau untuk masyarakat Inhil, Jenderal yg dekat dengan anak buah dan masyarakat ini tersenyum dan mengatakan agar kita meningkatkan taqwa, saling mengingatkan untuk kebaikan, menjaga keutuhan bangsa dan negara, serta jaga kesehatan selama masa pandemi ini. Demikian pesan Jenderal yang terkenal hobby memasak dan merawat mobil Land Rover ini.