PANGKALAN KERINCI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan, menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pelalawan.
Anggaran tersebut difokuskan untuk kegiatan Pemda terkait sosialisasi antisipasi hoax pada medsos di kalangan masyarakat.
“Kita menginginkan negeri kita kondusif, apalagi dari 514 kabupaten di seluruh Indonesia, kita Pelalawan masuk 51 kabupaten terkondusif berinvestasi,” kata Bupati Pelalawan, HM Harris, saat acara panen padi di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti.
Dana yang akan dibagikan kepada desa dan kelurahan, lanjut dia, digunakan untuk kegiatan sosialisasi antisipasi hoax pada medsos di kalangan masyarakat. Apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada Pelalawan.
“Jika daerah tak kondusif niscaya, para investor mau. Oleh karena itu, mari kita jaga agar daerah, kita ini, selalu kondusif, baik itu antar suku dan antar agama,” bebernya.
Berbicara partai politik kata Harris memiliki kepentingan yang berbeda. “Hitam itu diputihkannya, masyarakat yang tidak tahu, iya-iya saja,” ujaranya.
Menurutnya, kepala desa banyak terpengaruh lantaran isu-isu berbagai macam harapan. “Tetapi kita berbicara realita, dan tidak mengasut serta mengadu domba masyarakat. Silakan pesta demokrasi, siapa saja yang dipilih, tetapi daerah tetap kondusif,” ucapnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Devitson Syaharudin SH, membenarkan Pemda Pelalawan telah menyiapkan dana senilai Rp 8 miliar bersumber dari APBD Pelalawan 2020.
“Iya, setiap desa dan kelurahan minimal memperoleh Rp 50 juta. Dana ini, digunakan untuk mendorong peningkatan PAD setiap-setiap desa. Ini bersumber dari APBD murni tahun anggaran 2020,” jelasnya, kemarin.*




