oleh

Kejati Riau Periksa Pihak Vendor Terkait Dugaan Korupsi Iklan BRK di Garbarata Bandara SSK II Pekanbaru

PEKANBARU – Penyelidikan dugaan korupsi proyek media luar ruangan PT Bank Riau Kepri (BRK) di Garbarata Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, kini telah masuk dalam tahap penyidikan, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah meminta keterangan pihak PT Mimbar Production.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan para saksi, salah satu diantaranya pihak PT Mimbar Production. Perusahaan itu merupakan pihak swasta yang menjadi vendor dalam kegiatan itu.

banner 300x250

“Sudah, vendor sudah diperiksa,” ujar Hilman Azazi di Pekanbaru, Kamis (18/6/2020).

Meski perusahaan tersebut berada di Provinsi Jawa Barat, namun pemeriksaan dilakukan di Kantor Kejati Riau. Proses pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung. Siapa saksi berikutnya yang akan diperiksa, tergantung kebutuhan penyidik.

Dimana dalam penyelidikan perkara ini, Kejati Riau juga telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak, diantaranya Pemimpin Divisi (Pindiv) Consumer PT BRK, Andi Mulya.

“Tim belum menyimpulkan. Nanti saya minta untuk dilaporkan. Masih menunggu laporan dari tim,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek tersebut bermula pada tahun 2016 lalu. Dimana PT Mimbar Production disinyalir menguasai sejumlah proyek untuk bidang promosi mengalahkan sejumlah perusahaan yang menjadi kompetitornya, meskipun dengan nilai penawaran yang lebih rendah.

Sampai akhirnya, pada tahun 2016 ditemukan adanya proyek promosi fiktif di Bandara SSK II, pemasangan iklan di garbarata senilai Rp1,7 miliar. Dananya diketahui telah dicairkan, namun tidak dibayarkan ke pihak bandara.

Namun seiring perjalanannya, pihak BRK tidak melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum dan justru pada tahun 2017, BRK menganggarkan kembali proyek yang sama dengan nilai nyaris dua kali lipat.