oleh

Riau Terima Rp 12 Miliar untuk Bangun Perpustakaan, Inhil Dapat Jatah Terbanyak

PEKANBARU –Pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan perpustakaan di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Namun dari 10 kabupaten dan kota itu, Indragiri Hilir (Inhil) paling banyak mendapatkan alokasi anggaran bantuan pembangunan perpustakaan di daerah tersebut.

banner 300x250

Yakni sebesar Rp 10 miliar, kemudian Kota Pekanbaru mendapatkan jatah Rp 300 juta, sisanya untuk kabupaten kota lainya.

“Jumlahnya ada 10 kabupaten kota, ada Kota Pekanbaru, Inhil, Kampar dan beberapa kabupaten kota lainnya, total alokasi bantuannya lebih kurang Rp 12 miliar,” kata Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando saat menghadiri acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Riau di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Selasa (26/1/2021).

Syarif mengungkapkan, bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan perpustakaan di daerah Riau tersebut tidak hanya untuk pembangunan fisik gedung perpustakaan saja.

Namun bantuan tersebut juga bisa digunakan untuk melengkapi sarana dan pra sarana di daerah yang sudah memiliki perpustakaan.

“Disamping gedung fisik, kita juga membantu perpustakaan di daerah untuk pengadaan moubiler, teknologi informasi dan buku yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal,” katanya.

Syarif menegaskan, bantuan tersebut sudah bergulir sejak dua tahun belakangan ini. Anggaran bantuan untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan di daerah diambil dari dana alokasi khusus.

“Sudah dua tahun ini perpustakaan nasional punya dana alokasi khusus, kita sudah bangun beberapa gedung perpustakaan di kabupaten kota yang memang di daerah itu APBD agak kurang,” sebutnya.

Syarif mengungkapkan, diera digitalisasi dan di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya mendorong para pengelola perpustakaan agar terus melakukan inovasi dan pelayanan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan akses literasi yang mudah.

“Kita sudah menyiapkan digitalisasi bahan bacaan kerjasama dengan kementerian pendidikan untuk memastikan bahwa setiap anak bisa membaca buku-buku pelajaran dan buku-buku bacaan umum melalui mobile phone yang sudah kita rancang dalam bentuk aplikasi,” ujarnya.

Sejauh ini Perpusataan Nasional sudah menyiapkan tiga aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mencari buku dan bahan bacaan lainnya melalui mobile phone.

“Di sana sudah tersedia 3 sampai 4 miliar artikel yang siap dibaca kapan dan dimana saja, asal terkoneksi dengan internet,” tandasnya.