PEKANBARU – Aksesibilitas atau jalan akses yang memudahkan penyandang disabilitas menggunakan fasilitas umum, dirasa kurang maksimal di Kota Pekanbaru. Pasalnya, keberadaan fasilitas khusus ini belum tersedia disemua tempat.
“Kita belum pernah coba, karena dekat sini (lingkungan tempat tinggal red) kan nggak ada. Kalaupun kita jalan-jalan ke luar, kita tetap menggunakan jalan biasa sama teman-teman, karena nggak semua tempat ada,” ujar Nurhayati.
Wanita yang berprofesi sebagai atlet cabang olahraga Judo di Provinsi Riau ini, mengaku sudah dua tahun berada di Kota Pekanbaru. Berdasarkan pengalamannya, ia berharap akses jalan bagi penyandang difabel bisa seperti di Kota Bandung.
“Kalau di Bandung, kita jalan kemana kayaknya pasti ketemu aja (akses jalan), ada juga jembatan penyeberangan dan lain-lain. Kalau di Pekanbaru kita sering jalan-jalan tapi belum pernah ketemu,” ungkapnya.
“Lebih mudah di Bandung daripada di sini,” imbuhnya lagi.
Sementara itu, Siska yang juga merupakan rekan seprofesi Nurhayati mengatakan, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sangat membantu penyandang difabel saat berada di ruang umum. Namun, akses jalan itu sering kali terganggu dengan keberadaan motor parkir.
“Membantu sekali, karena kita bisa bedakan jalannya, mau belok atau lurus. Tapi kadang ada yang patkirkan motornya disitu, jadi mengganggu,” pungkasnya.










