Warga Binaan Lapas Tembilahan Kabur Saat yang Lain Salat Subuh, Aksinya Terekam CCTV Panjat Atap Gedung

banner 468x60

TEMBILAHAN –Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klass II A Tembilahan, kabur pada Selasa (15/6/21). Aksinya terekam oleh CCTV.

Identitas warga binaan pemasyarakatan diketahui bernama Anton (AN) yang juga merupakan tahanan pendamping (Tamping) kebersihan.

banner 338x250

AN memanfaatkan waktu pelaksanaan salat subuh untuk kabur dari Lapas dengan memanjat atap gedung Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Klass II A Tembilahan Julianto Budhi Prasetyono, menjelaskan, sekitar pukul 04.30 Wib petugas membuka pintu Meranti 01 yang merupakan kamar tamping kebersihan guna melaksanakan ibadah salat subuh dan membersihkan area perkantoran Lapas.

“Ya, itu baru pindah kamar, karena yang pekerja (tamping) kita jadikan satu kamar biar mudah pengawasan. Yang jelas intinya tamping yang merupakam pekerja itu dibuka untuk salat subuh di masjid, rupanya satu ini (AN) nggak shalat,” ungkapnya.

Pelarian WBP kasus pencurian ini, terang Kalapas, akhirnya diketahui oleh rekan-rekannya saat seluruh tamping diarahkan kembali ke kamar setelah pelaksanaan salat dan membersihkan area perkantoran.

“Sekitar pukul 05.15, tamping lain yang menghuni kamar Meranti 01 melapor kepada petugas jika AN tidak berada di dalam kamar. Petugas melaporkan kepada Kepala Rupam dan mengecek kedalam kamar untuk mengkonfirmasi laporan dari anggota,” paparnya.

Diterangkan Budhi, selanjutnya Karupam mengarahkan seluruh anggota Rupam untuk memeriksa seluruh kamar dan lingkungan di dalam lapas.

Karena AN tidak kunjung ditemukan, akhirnya Karupam menghubungi KPLP Lapas via telepon untuk melaporkan bahwa AN tidak berada di dalam kamar dan Lapas.

“Pada pukul 05.50, KPLP berada di Lapas untuk mengkonfirmasi laporan Karupam. Setelah dilakukan pengecekan melalui kamera pengintai (CCTV), dikonfirmasi AN melakukan pelarian dengan memanjat atap gedung Lapas,” beber Budi.

Setelah mengkonfirmasi laporan, KPLP memerintahkan seluruh petugas yang tinggal di Mess Lapas dan petugas yang tidak piket untuk melakukan pencarian terhadap AN.

“Kita sudah lakukan pencarian ke alamat yang bersangkutan, di sekitar pelabuhan dan seputaran Kota Tembilahan, sampai saat ini belum menemukan yang bersangkutan,” tandas Budhi.

banner 970x250