SIAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman sentil keras kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Siak, pada rapat persiapan pelantikan bupati-wakil bupati Siak periode 2021-2026. Pasalnya, banyak personel Satpol PP yang tidak berada di lokasi tugasnya masing-masing.
“Saya perhatikan, di perumahan dinas saya di Komplek Abdi Praja, di rumah dinas yang saya tunggu itu dari 8 orang anggota Satpol PP, yang betul-betul bertugas hanya berdua. Enam orang jarang saya lihat, kemana mereka,” kata Arfan kepada Sekretaris Satpol PP Siak Syamsurizal.
Arfan juga menyoroti banyaknya personel Satpol PP yang bolos di pos-pos yang telah ditentukan. Selain di perumahan dinasnya, personel Satpol PP yang harusnya berjaga di pos penjagaan pintu masuk kompleks perumahan Abdi Praja juga tidak terlihat.
“Ada tamu saya datang dari Bengkalis kemarin, mereka kaget, tidak ada penjagaan sama sekali, baik di pintu masuk maupun di kediaman dinas saya,” kata dia.
Ia juga heran, bahwa perosnel Satpol PP yang bertugas hanya duduk main HP, nonton TV dan tidur. “Seharusnya mereka berjaga terutama di malam hari, setiap sekian jam sekali mereka harus ngecek, bukan malah tidur. Jangan anggap enteng suasana saat menjalankan tugas,” katanya.
Selain di kompleks perumahan Abdi Praja, Arfan juga menyoroti petugas Satpol PP yang berjaga di kantor Bupati Siak. Sering sekali ia melihat di pos pintu masuk maupun pintu keluar kosong petugas jaga. Ia mengatakan hal tersebut aneh, karena lemahnya penjagaan di kantor bupati Siak.
“Tidak heran bila ada yang kehilangan sepeda motor di kawasan kantor bupati. Kemarin kan itu heboh ada sepeda motor hilang di kantor bupati, seharusnya hal ini tidak akan terjadi kalau ada penjagaan yang baik. Ini tolong diingat dan dievaluasi,” katanya.
Arfan meminta agar Kepala Satpol PP segera mengevaluasi kinerja personel Satpol PP tersebut. Kepala Satpol PP harus menekankan agar personelnya mengerti dengan tugas masing-masing.
Sekretaris Satpol PP Siak Syamsurizal hanya manggut-manggut mendengarkan ocehan Sekda. Syamsurizal mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan bawahannya di bidang trantib. “Nanti saya akan koordinasi. Itu di bawah trantib Pak,” katanya.
Syamsurizal mengatakan, saat ini banyak personel Satpol PP yang sudah tidak efektif bekerja. “Banyak anggota kita yang dilihat dari segi usia sudah tidak efektif lagi, dan ini saya pikir butuh penyegaran,” jelasnya.
Selain itu, Syamsurizal mengatakan, personel yang ada di Satpol PP Siak sebagian ada yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kalau sudah diatas 40 tahun umurnya, kan sudah tidak efektif lagi. Butuh penyegaran biar fresh,” katanya lagi.
Ia mengatakan, jika bawahannya tidak disiplin, maka pihaknya akan memberikan peringatan. “Surat peringatan itu 3 kali, setelah itu tergantung pimpinan, sebab SK mereka yang mengeluarkan kan bupati,” katanya.
Selain itu, Syamsurizal juga beralasan bahwa ada personel Satpol PP yang membandel dan main bagak sendiri. Saat ditegur ada personel yang melawan dan tidak menghargai pimpinan.










