PEKANBARU – Harga bahan olahan karet rakyat (Bokar) di Provinsi Riau tercatat mengalami penurunan, sama halnya dengan komoditas kelapa sawit yang juga terus mengalami penurunan harga pekan lalu.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan penurunan harga Bokar ini terjadi mulai dari tingkat petani karet hingga ke beberapa unit pengolahan.
Yang mana, untuk harga Bokar di tingkat petani/KUB Kabupaten Kampar sebesar Rp10.844 per kilogram atau mengalami penurunan dari minggu lalu sebesar Rp756 per kilogram.
Sedangkan di tingkat petani/KUB Kabupaten Rokan Hulu sebesar Rp11.000 per kilogram naik sebesar Rp110 per kilogram dari harga minggu lalu.
Selanjutnya, di tingkat petani/KUB Kabupaten Rokan Hilir harga Bokar sebesar Rp11.958 per kilogram atau mengalami kenaikan harga sebesar Rp458 per kilogram.
“Sedang untuk tingkat UPPB di Kabupaten Kuansing harga bokar sebesar Rp11.958 per kilogram atau mengalami penurunan harga dari minggu lalu sebesar Rp342 per kilogram, termasuk di tingkat UPPB Indragiri Hulu sebesar Rp10.500 per kilogram, turun harga dari minggu lalu sebesar Rp500 per kilogram,” jelasnya, Senin (28/6/2021).
Sedangkan untuk harga Bokar di tingkat pabrik (Gapkindo) KKK 100% untuk minggu ini sebesar Rp21.600 per kilogram atau mengalami penurunan harga dari minggu lalu sebesar Rp600 per kilogram.
“Kami dari dinas Perkebunan Provinsi Riau selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Riau terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam UPPB, sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat,” tuturnya.










