Anto Rahman Khawatir Pemilihan Ketua KONI Riau Jadi Ajang Money Politik, Ini Sebabnya

banner 468x60

PEKANBARU – Anto Rahman yang merupakan Dewan Penyantun KONI Riau mengkritisi syarat untuk maju menjadi Ketua KONI Riau harus mengantongi dukungan dari 4 KONI Kabupaten atau Kota.

Setelah dia membaca Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Riau, katanya, tidak ada di dalam AD/ART yang menyebutkan setiap individu yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Riau harus mengantongi 4 dukungan dari KONI Kabupaten dan Kota.

banner 338x250

“Setiap kegiatan harus mengacu kepada AD/ART, setelah saya pelajari AD/ART, tidak ada menyatakan calon ketua KONI provinsi harus mendapatkan dukungan 4 kabupaten kota, dan inilah yang menjadi masalah,” katanya, Kamis (11/11/2021).

Anto Rahman yang juga merupakan Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau ini juga mengatakan jika calon ketua harus mengumpulkan minimal 4 suara dari kabupaten dan kota dikhawatirkan nantinya akan terjadi money politik dalam pemilihan Ketua KONI Riau.

“Saya mulai curiga kok mau maju jadi ketua KONI kita harus mendapatkan dukungan KONI Kabupaten Kota,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan calon yang harus maju menjadi Ketua KONI Riau adalah sosok yang mengerti atau paham dengan olahraga, bukan karena memiliki uang atau kedekatan dengan pemerintah.

Lebih jauh jika pemilihan Ketua KONI Riau tetap seperti itu, dia menilai pemilihan Ketua KONI Riau yang akan dilakukan pada Bulan Desember mendatang akan menjadi rancu.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

Anto Rahman juga menyayangkan dengan pola pemilihan KONI Riau seperti itu akan menutup peluang bagi calon-calon yang mengerti olahraga untuk ingin yang mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Riau.

“Saya melihat ini bisa bermain money politik untuk mendapatkan rekomendasi dan kekuatan, karena Pemda yang bisa mengintervensi bupati dan walikota,” tutupnya.

banner 970x250