Potensi Kelapa Inhil Capai 440 Ribu Hektare, Yuliantini Dorong Hilirisasi

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini menghadiri The 2nd Riau Economic Forum yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Senin (31/8/2026).

Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus membuka peluang investasi dalam pengembangan potensi ekonomi daerah, khususnya komoditas kelapa.

banner 338x250

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lancang Kuning, Gedung A Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, mengusung tema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”.

Forum turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., yang mewakili Plt. Gubernur Riau, Koordinator BI Wilayah Sumatera, seluruh kepala daerah se-Provinsi Riau, para ekonom, pengusaha serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Syahrial Abdi mendorong penguatan investasi dan hilirisasi sektor unggulan guna meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Riau.

Ia juga mengapresiasi para pelaku usaha yang telah berkontribusi terhadap realisasi investasi di daerah.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan penerima Investment Award atas realisasi hilirisasi terbesar pada semester pertama. Ini bukti nyata komitmen dunia usaha dalam membangun Riau dengan memanfaatkan kekuatan lokal,” ujar Syahrial Abdi.

Syahrial Abdi menyampaikan, sektor perkebunan dan pertambangan menjadi kekuatan utama ekonomi Riau.

Riau menyumbang sekitar 20 persen luas lahan sawit Indonesia dan menghasilkan sekitar 23 persen CPO nasional.

Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki kawasan perkebunan kelapa yang mencapai sekitar 440.000 hektare.

Untuk menjaga produktivitas komoditas kelapa, Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian terhadap sekitar 79.000 hektare lahan kelapa yang telah tua, rusak, berusia di atas 50 tahun serta terdampak intrusi air laut.

Usulan peremajaan atau replanting seluas 43.000 hektare yang sebelumnya mencakup Inhil, Indragiri Hulu (Inhu) dan Pelalawan kini diperluas hingga seluruh 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Yuliantini mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan potensi Kabupaten Inhil, khususnya dalam pengembangan hilirisasi komoditas kelapa.

“Forum ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi Kabupaten Inhil yang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan, terutama untuk hilirisasi di bidang perkelapaan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuliantini.

Ia berharap berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang dibahas dalam forum dapat ditindaklanjuti melalui program nyata.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka lapangan pekerjaan serta memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan potensi perkebunan kelapa yang besar, pengembangan hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Inhil.

banner 970x250