PEKANBARU – Anggota Komisi IV DPRD Riau, Mardianto Manan, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau betul-betul merealisasikan pembangunan Quran Center dengan maksimal.
Pasalnya, Mardianto yang juga ikut dalam proses pemenangan Gubernur Syamsuar di Pileg 2018 lalu, pembangunan Quran Center adalah janji kampanye yang terus disampaikan dahulu.
“Dalam kampanye Gubernur Riau dulu, Quran Centre ini merupakan salah satu unggulan, mimpinya kan dulu itu jadi tempat kampanye Ustaz Abdul Somad dan Musthafa Umar, dan ulama lainnya. Jadi, mereka bergantian mengisi ceramah disana,” kata Politisi PAN ini, Kamis (11/11/2021).
Terkait rendahnya progres pembangunan fisik gedung Quran Center Provinsi Riau yang masih dibawah 40 persen berdasarkan data pada awal November ini.
“Ini harus disikapi dengan bagus, dan prioritas, sekarang baru 40 persen, maka waktu yang hanya satu bulan lagi, itu tak akan selesai,” tambahnya.
Anggota Fraksi PAN ini merasa pesimis gedung ini bisa selesai pada akhir tahun ini. Sehingga dia berharap Cipta Karya harus bekerja maksimal dalam hal ini, termasuk dalam meyakinkan Mardianto bahwa gedung ini bisa tuntas.
“Harus selesai, kalau tak selesai dan anggaran molor, ini akan timbul masalah baru, bisa jadi Silpa, padahal ini anggarannya 1 tahun anggaran, maka harus dipercepat bisa 100 persen,” tukasnya.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Diberitakan sebelumnya, pembangunan fisik gedung Quran Center Provinsi Riau sampai awal bulan November ini baru mencapai 39,5 persen. Lokasi proyeknya berada di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji, Jalan Sudirman, Pekanbaru.
“Progres pembangunan Quran Center sekitar 39,5 persen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, M Taufiq OH melalui Kepala Bidang Cipta Karya Syafri Afis, Jumat (5/11/2021).
Lebih lanjut dijelaskan Syafri Afis, progres pekerjaan gedung Quran Center tersebut dari rencana kumulatif sekitar 43 persen, atau terjadi deviasi minus 3,5 persen.
“Minus 3,5 persen ini karena ada beberapa pekerjaan tambah kurang yang belum disesuaikan. Namun, minggu depan sudah kembali normal atau on schedule atau sesuai target,” terangnya.










