APBD Pelalawan Tahun Depan Diproyeksi Sebesar Rp 1,5 Triliun

banner 468x60

PANGKALAN KERINCI –Besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Dararah (APBD) Kabupaten Pelalawan tahun 2022 masih menjadi teka-teki. Pembahasan APBD masih berproses di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan.

Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Baharudin, Sabtu (20/11/2021) mengatakan, besaran APBD Pelalawan tahun depan diperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda dengan APBD tahun ini.

banner 338x250

“Kondisi APBD 2022 tidak jauh berbeda dengan APBD tahun ini. Perkiraan diangka Rp 1,5 triliun,” sebutnya.

Di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dararah (RAPBD) itu, jelas Baharudin, dicantumkan sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah disepakati menjadi Perda RPJMD.

“Yang berkaitan juga dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, Zukri-Nasarudin,” paparnya.

Menurut politisi Golkar ini, APBD Pelalawan 2022 menggambarkan apa yang menjadi visi-misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yang dituangkan dalam bentuk pelaksanaan pertahunnya.

“Jadi, kemarin pada pembahasan sudah sesuaikan dengan itu. Artinya program-program prioritas bupati masuk dalam APBD 2022,” terangnya.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

DPRD akan mendukung yang sudah menjadi program prioritas bupati, namun jika diluar itu, ucap Baharudin, pihaknya akan melakukan pending untuk pembahsan APBD.

“DPRD mendukung ini, tapi kalau memang ada diluar dari pada ini tentunya akan melakukan pending untuk pembahasan,” tegasnya.

Namun begitu, DPRD Pelalawan menargetkan Ranperda APBD 2022 dapat disahkan paling lambat 30 November mendatang.

“Insya Allah tidak akan melebihi tanggal 30 November, karena ada sanksi jika melebihi dari 30 November. Tentu kita akan rugi, pertama kehilangan insentif dari pusat lebih kurang 30 miliar. Tentu akan menjadi persoalan juga,” pungkas Baharudin, kepada GoRiau.com.

banner 970x250