Inforiau.ID, PEKANBARU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Riau menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (26/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengkritik kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dana bagi hasil (DBH) migas, penegakan hukum terhadap korporasi, hingga keberlanjutan program beasiswa pendidikan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu dikoordinatori Febriansyah dan M. Rivaldo Multi. Massa membawa mobil komando, bendera Merah Putih, serta spanduk bertuliskan “Copot Menhut Raja Juli” dan “KAMMI Riau Menggugat Plt Gubri Gagal”.
Dalam tuntutannya, KAMMI Riau mendesak Presiden RI menetapkan karhutla sebagai bencana nasional serta mencopot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan audit independen terhadap kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Agrinas Palma Nusantara.
Selain itu, mereka mendesak Pemprov Riau memperketat pengawasan dan memulihkan kawasan bekas terbakar menjadi hutan kembali.
KAMMI Riau turut meminta Polda Riau membuka informasi penanganan 33 kasus karhutla yang disebut sedang diproses, khususnya perkara yang diduga melibatkan korporasi.
Dalam orasinya, Muhammad Ikhsan menilai penanganan karhutla di Riau belum maksimal. Ia meminta SF Hariyanto menemui mahasiswa secara langsung untuk mendengarkan aspirasi mereka.
“Kami menyuarakan keadilan. Kami meminta agar Plt Gubernur Riau menerima aspirasi kami secara langsung,” ujar Muhammad Ikhsan.
Ia juga mendesak pemerintah menangani karhutla secara terukur karena kabut asap dinilai telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Pekanbaru, Defriandi Nugroho, mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menangani karhutla dan memperjuangkan hak pendidikan masyarakat Riau.
“Kami juga menuntut beasiswa bagi anak Riau, ke mana?” ujarnya.
KAMMI Riau mendesak pemerintah membuka kembali kuota beasiswa pendidikan pada 2027. Mereka bahkan meminta SF Hariyanto mundur apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Mahasiswa juga menyoroti pengelolaan DBH migas dan participating interest (PI) yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Riau.
Selain itu, massa mendesak evaluasi pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), khususnya peran BPH Migas, menyusul dugaan maraknya praktik pengoplosan BBM.
Situasi demonstrasi sempat memanas sekitar pukul 13.26 WIB ketika mahasiswa berusaha memasuki halaman Kantor Gubernur Riau. Aksi saling dorong dengan aparat keamanan tidak terhindarkan hingga massa dihalau kembali ke jalan.
Di tengah aksi, Kepala Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Darmadi, menemui mahasiswa dan menjelaskan bahwa SF Hariyanto tidak dapat turun langsung karena kondisi kesehatan.
Pemerintah kemudian menawarkan audiensi dengan membatasi jumlah perwakilan mahasiswa sekitar 15 orang. Namun, tawaran tersebut ditolak karena massa bersikeras ingin bertemu langsung dengan SF Hariyanto tanpa pembatasan peserta.
Sekitar pukul 14.35 WIB, Yan Darmadi bersama Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, meninggalkan lokasi setelah belum tercapai kesepakatan.
Aksi berlanjut hingga sore. Sekitar pukul 15.30 WIB, massa dari BEM Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tiba dan bergabung dengan mahasiswa yang berada di depan Kantor Gubernur Riau.
Pada pukul 17.05 WIB, Zulkifli Syukur bersama Yan Darmadi kembali menemui mahasiswa dan menerima dokumen tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Pihak Pemprov Riau menyampaikan bahwa permintaan audiensi dengan SF Hariyanto akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Namun, KAMMI Riau mengancam menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam sepekan ke depan mereka tidak mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Plt Gubernur Riau.
Sementara itu, sekitar pukul 17.25 WIB, aksi mahasiswa dari BEM Universitas Islam Riau (UIR) di lokasi yang sama juga diwarnai dorong-dorongan dengan aparat keamanan.
Massa dilaporkan sempat memblokir jalan di depan Kantor Gubernur Riau. Seorang peserta aksi bernama Andri dilaporkan mengalami cedera dan dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Belum diketahui secara pasti kondisi korban maupun penyebab cedera yang dialaminya.
Aksi demonstrasi KAMMI Riau berakhir sekitar pukul 17.47 WIB tanpa kepastian jadwal pertemuan langsung dengan SF Hariyanto.










