PANGKALAN KERINCI – Warga keluhkan sampah yang berjatuhan dari truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan.
Hal ini disebabkan truk operasional sampah DLH Pelalawan dalam pengoperasiannya tidak menggunakan jaring pengaman, sementara muatan sampah selalu penuh.
Seperti yang dikeluhkan Wakil Ketua Pemuda Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Ridho Usman, Minggu (14/6/2020).
Rido berharap, truk yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan jaring pengaman agar sampah tidak berjatuhan di jalan raya dan akses jalan desa menuju TPA yang berlokasi di Desa Kemang.
“Truk tidak memakai jaring pengaman, sehingga sampah berserakan di jalan. Mau bersihin sampah, malah nyampah di jalan,” keluhnya.
Menurut Ridho, ia juga mempersoalkan dampak yang dirasakan oleh masyarakat disekitar TPA Kemang. Sampai saat ini, tak ada perhatian khusus terhadap warga sekitar TPA, terutama pemuda.
“Kita tidak mau Desa Kemang hanya dijadikan tempat pembuangan sampah, namun tidak ada dampak positif bagi desa dan pemuda setempat,” tandasnya, kepada GoRiau.




