PEKANBARU – Memperingati HUT ke-74 Bhayangkara, Polresta Pekanbaru melakukan silaturahmi dan berikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 kepada petugas medis di sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru, Kamis (18/6/2020).
Pantauan GoRiau di Puskesmas Melur, Kecamatan Sukajadi, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, didampingi Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Yusup Rahmanto, dan sejumlah relawan Covid-19, disambut dengan senyuman oleh pihak puskesmas. Juga terdengar salah satu tim medis mengatakan, “Baru kali ini ada Kapolresta yang singgah di sini, kami sangat senang,” ujar petugas medis itu.
Kemudian, sebelum masuk ke Puskesmas, Kapolresta mencuci tangan terlebih dahulu, dan melakukan cek suhu di pintu masuk, sebagaimana protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan. Setelah masuk ke dalam Puskesmas, pria yang kerap disapa Nandang itu, juga menyempatkan untuk meninjau dan berbincang dengan pihak Puskesmas.
“Ya hari ini Polresta Pekanbaru bersama relawan peduli COVID-19, bersilaturahmi ke tiga Puskesmas diantaranya Puskesmas Pekanbaru Kota, Limapuluh dan Sukajadi. Adapun bertujuan untuk bersilaturahmi dengan petugas medis dan memberikan bantuan APD bagi tenaga medis di Puskesmas ini. Ini bentuk kepedulian Polresta Pekanbaru dalam rangka HUT ke 74 Bhayangkara,” ujar Perwira Menengah (Pamen), dengan bunga tiga dipundaknya itu usai melaksanakan kegiatan.
Adapun APD yang diberikan adalah, sebanyak 30 unit alat pelindung diri lengkap diberikan kepada masing-masing Puskesmas berupa pakaian alat pelindung diri dan face shield.
“Diharapkan nantinya APD ini dapat dipergunakan oleh tenaga medis untuk melindungi dirinya di tengah COVID-19 ini sehingga bisa memberikan pelayanan masyarakat dalam menangani pasien,” tutup Kapolresta.
Terpisah Kepala Puskesmas Melur, Kecamatan Sukajadi, drg. Hidayani, mengatakan, bantuan APD yang diberikan Polresta Pekanbaru sangat bermanfaat bagi tenaga medis dalam menangani pasien. Sebab APD sangat diperlukan oleh petugas medis, karena setiap satu set APD hanya bisa digunakan satu kali saja, sehingga Puskesmas membutuhkan banyak APD.
“Kegiatan seperti ini kita menyambut baik dan berterima kasih sekali. Hal ini juga menambah semangat kita dalam menghadapi Covid-19 saat ini. Awalnya memang kesulitan APD, tapi sekarang untuk dua bulan ke depan sudah cukup. Tapi dengan adanya tambahan saat ini kami bersyukurbersyukur sekali,” ujar Hidayani.
Terakhir ia menjelaskan,di Puskesmas Melur, terdapat 41 tenaga medis yang setiap harinya melayani masyarakat. Setiap harinya mereka harus menukar APD yang dikenakan.
“Meskipun belum ada pasien positif Covid-19 yang ditangani di Puskesmas, tetapi kami sangat membutuhkan APD. Setelah dipakai harus langsung dimusnahkan,” ungkapnya.




