Tuntut Sertifikat Kebun, Ratusan Petani Kuansing ‘Kepung’ PT CRS

banner 468x60

TELUKKUANTAN – Ratusan petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mendatangi PT Citra Riau Sarana (CRS) pada Senin (8/11/2021) pagi. Mereka menuntut agar perusahaan menunaikan kewajiban, yakni mengurus sertifikat kebun plasma KUD Langgeng.

“Tuntutan kami, perusahaan menunaikan kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian kerja sama. Bahwa perusahaan berkewajiban mengurus sertifikat kebun plasma yang seharusnya sudah selesai pada tahun 2005. Sampai sekarang, tidak jelas ujung pangkalnya,” ujar Mukhlisin, Ketua KUD Langgeng didampingi Aam Herbi selaku Sekretaris, Selasa (9/11/2021) di Telukkuantan.

banner 338x250

Dikatakan Mukhlisin, pada minggu sebelumnya, KUD Langgeng sudah datang ke PT CRS dengan tuntutan yang sama. Saat itu, Jaka Widada sebagai SM PT CRS tidak bisa memberi keputusan.

“Karena itu kita datang kemaren dengan jumlah petani mencapai 300 orang,” katanya. Para petani merupakan anggota KUD Langgeng yang tersebar di 12 desa di tiga kecamatan.

“Jika tidak mau urus, kembalikan agunan sertifikat lama, apalagi utang sudah lunas. Tak ada alasan perusahaan memegang sertifikat masyarakat,” ujar Mukhlisin. PT CRS diberi waktu satu minggu untuk membuat keputusan, apakah mengurus sertifikat atau mengembalikan sertifikat bidang-bidang tanah.

“Kalau tak ada jawaban atau kepastian atau itikad baik PT CRS, maka kami akan turun lagi dengan seluruh anggota lebih kurang 7.000 orang,” kata Mukhlisin. Tindakan yang akan dilakukan KUD Langgeng yakni menyegel pabrik CRS 1, kantor dan akses jalan akan diblokir.

“Kemudian, tandan buah segar plasma KUD Langgeng akan dijual ke luar. Tidak hanya itu, kita akan putus kerja sama dan menggugat PT CRS ke pengadilan,” tegas Mukhlisin.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }

PT CRS dan KUD Langgeng bekerja sama dalam membangun kebun plasma seluas 10.000 hektare dengan pola KKPA. Kemudian, juga membangun pabrik CRS 1 dengan kepemilikan saham 49 persen KUD Langgeng dan 51 persen PT CRS.

banner 970x250