oleh

53 Orang Santri Ponpes Darul Huda Sungai Sagu Keracunan

INHU, RIAU (Inforiau.ID) – Puskesmas Lirik Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sejak sore kemarin, Kamis (27/7/2017) ramai berdatangan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda Sungai Sagu Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu yang diduga telah Keracunan makanan.

Menurut informasi yang kami terima, Rabu (26/7) pukul 18.30 WIB setelah selesai sholat magrib, para Santri Ponpes Darul Huda melaksanakan makan malam dengan lauk Tauco, Tempe, Tahu dan Sayur-sayuran. Setelah itu, mereka melakukan akfititas rutin seperti bisanya.

banner 300x250

Tidak ada hal-hal yang mencurigakan pada malam itu, bahkan saat subuh para santri masih melaksanakan kegiatan rutin sholat dan mengaji di Mesjid Darul Huda. Selesai kegiatan di Mesjid, dilanjutkan dengan Sarapan Pagi dan melaksanakan kegiatan rutin untuk belajar seperti biasanya.

Sebagian Santri mulai merasakan pusing dan muntah pada Hari Kamis (27/7) Sore dan kemudian diikuti oleh Santri yang lain dengan Kondisi dan rasa sakit yang sama.

Seluruh Santri yang diduga keracuna tersebut akhirnya dilarikan ke Puskesmas Lirik untuk mendapatkan pertolongan pertama, pendapat pengobatan dengan memasang selang infus kepada para Korban.

Menurut keterangan para Santri yang dirawat di Puskesmas, setelah makan Tauco, kepala dan perut merasa sakit dan pusing.

Ibu Wakil Bupati, Marlina Wati, Camat Lirik Suhadi SE. MM beserta perangkat Desa dan Orang Tua korban langsung meninjau para korban yang mengalami keracunan di Puskesmas Kamis, pukul 19.30 WIB.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Lirik, Dr Wira, untuk lebih jelasnya penyebab para Siswa dan Siswi ini mengalami pusing dan muntah harus berdasarkan hasil pengecekan laboratorium terlebih dahulu.

Dari tadi malam sampai pagi ini, Jumat (28/7) sudah 7 orang Santri yang dibawa ke Tumah Sakit Pematang Reba karena belum sadarkan diri sedangkan Santri lainnya masih dilaksanakan pengobatan dengan dipasang cairan Infus. Ada juga sebagian dibawa kerumah sakit Air Molek dan rumah sakit Ibnu Sina karena lokasi puskesmas sudah tidak memadai lagi. (tw/dd)