oleh

Dua Warga Meranti Positif Hasil Rapid Test, Masih Menunggu Hasil Tes Swab

SELATPANJANG – Dua warga di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dinyatakan positif dari hasil rapid test. Meski demikian, positif hasil rapid test belum tentu positif virus Corona atau Covid-19.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Misri Hasanto MKes, bahwa saat ini pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kepulauan Meranti yang menunggu hasil tes swab atau polymerase chain reaction (PCR) dari laboratorium bertambah menjadi dua.

banner 300x250

Sebelumnya juga seorang warga Selatpanjang berinisial F yang mengalami gejala seperti Covid-19 dan setelah di tes menggunakan rapid test hasilnya positif, PDP itu juga memiliki riwayat perjalanan ke Zona merah tepatnya Banten dan Jakarta.

“Hari ini kembali dilakukan tes menggunakan rapid test terhadap seorang PDP yang tadi pagi terpantau oleh petugas kita dirumahnya, dan hasilnya positif. Awalnya dia tanpa gejala, namun pada hari ke 11 dia mengalami batuk,” ujar Misri, Sabtu (11/4/2020) malam.

Diungkapkan Misri, PDP tersebut juga merupakan warga Selatpanjang berinisial Jun (40) yang memiliki riwayat perjalanan keluar negeri.

Pasien tersebut dijemput langsung oleh petugas dirumahnya yang berpakaian APD lengkap menggunakan Ambulance yang dikawal oleh pihak kepolisian untuk dibawa ke Puskesmas dan selanjutnya menjalani pemeriksaan di RSUD.

Dikatakan, pada tanggal 27 Desember 2019 Jun berangkat dari Selatpanjang ke Pekanbaru bersama 4 orang rekannya yang berinisial P, H, T, dan D kemudian di tanggal yang sama berangkat ke Jakarta lalu menuju ke Bekasi dan tinggal di Bekasi selama 20 hari.

Lalu pada tanggal 17 Januari 2020 dari Jakarta berangkat menuju Filipina tepatnya di Desa Pelawan selama 2 bulan. Awal bulan Maret 2020 pasien berangkat ke Malaysia tetapi hanya di Bandara karena kasus overstayed di Malaysia sehingga keimigrasian Malaysia melarang masuk.

Lalu yang bersangkutan pulang ke Jakarta dan ke Bogor dan tinggal disana selama seminggu dan mengalami demam selama 1 hari. Dan pada tanggal 27 Maret 2020 berangkat ke Batam dan menginap disana selama 1 malam lalu pulang ke Selatpanjang, Kepulauan Meranti pada tanggal 29 Maret 2020.

Dikatakan lagi, setelah ditelusuri oleh tim gugus tugas, dikatakan Misri ternyata pasien adalah jamaah yang baru pulang berdakwah.

“Dia adalah jamaah tabligh yang baru pulang berdakwah dari Filipina, Malaysia dan Jakarta dan baru pulang ke Selatpanjang,” ujarnya.

Setelah mengetahui hasil rapid test nya positif, tim gugus tugas melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) bergerak cepat untuk tracking mencari orang yang melakukan kontak langsung dengannya.

“Ada 35 orang yang punya resiko kontak dengan yang bersangkutan. Setelah dilakukan tes, Alhamdulillah hasilnya semua negatif,” ujar Misri.

Saat ini PDP tersebut sedang menjalani isolasi di RSUD Kepulauan Meranti sambil menunggu hasil dari sampel yang dikirim untuk tes pesimen swab.

“Sampelnya sudah dikirim, kita tinggal menunggu hasil labornya. Mudah mudahan negatif,” pungkasnya berharap.