Turunkan Bendera HUT ke-76 RI di Kuansing, Remaja Bercelana Pendek Ngaku Disuruh J

banner 468x60

TELUKKUANTAN – Tiga remaja yang menurunkan bendera HUT ke-76 RI di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang saat ini videonya telah viral, mengaku disuruh J untuk melakukan perbuatan itu. Awalnya, mereka sama sekali punya niat untuk menurunkan bendera tersebut.

banner 338x250

“Awalnya, kami hanya sekedar main di taman. Kemudian turun hujan dan kami berteduh di bawah tenda. Saat itu, ada seseorang yang tidak kami kenal, ia bersama anaknya. Kemudian, menyuruh kami menurunkan bendera,” ujar D, salah seorang remaja bercelana pendek itu.

Pengakuan itu diaminkan dua rekannya saat memberikan keterangan kepada Wakil Bupati Kuansing, Suhardiman Amby di ruang kerjanya. Hadir juga Pj Sekda Kuansing, Agusmandar dan Wakapolres Kuansing, Rabu (18/8/2021) sore.

“Ada sekitar 15 menit kami disuruh untuk menurunkannya. Kami sempat menolak. Dia bilang, tak ada sejarahya bendera tak diturunkan. Kemudian, dia ngomong sudah telpon protokoler,” tutur D didampingi Hn dan Mz.

D bersama kawan-kawannya beberapa kali menyampaikan bahwa mereka tidak pandai menurunkan bendera tersebut. Namun, pria yang diketahui berinisial J tersebut terus mendesak.

“Seperti upacara biasa saja, kata dia Pak. Kami bilang, kami pakai celana pendek. Tak apa-apa, seadanya saja, lanjut dia,” kata D menyampaikan percakapan yang terjadi.

Dalam percakapan itu, J juga mengajak beberapa orang untuk mengabadikan momen tersebut. Ia pun juga mengomandoi untuk penurunan bendera. Ia pun meyakinkan para remaja untuk memviralkan video tersebut.

“Nanti kita upload ke facebook, nama akun abang JK,” kata D menirukan ucapan J. Dari situ, D tahu bahwa nama pria tersebut adalah J dan juga seorang staf ahli fraksi DPRD Kuansing. “Dari situ saya baru tahu namanya.”

“Banyak yang merekam, kami juga sempat memoto J dan ini fotonya,” kata D sambil memperlihatkan foto J.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun facebook Thiojr. Menurut D, narasi dalam unggahan status Thiojr dibuat oleh J. Thiojr merupakan seorang anak SMP di Telukkuantan.

“Jadi, saya lihat dan saksikan sendiri, status di akun Thiojr itu J yang membuat. Katanya, dia nanti akan unggah juga di statusnya,” kata D.

Usai penurunan bendera, D bertanya kepada J terkait kemana bendera itu harus diantar. J memerintahkan untuk diantar ke Pos Satpol PP Kantor Bupati Kuansing.

“Kami antar, trus Satpol nanya, sudah diturunkan? Sudah jawab kami. Kemudian, kami kembali lagi ke tenda,” papar D. Setelah video tersebut viral, ketiganya mengaku takut. D pun ditegur oleh orangtuanya.

Tiga remaja ini mengaku menyesal telah menurunkan bendera merah putih. Mereka menyadari hal itu sebuah kesalahan dan memohon maaf kepada Presiden RI, TNI, Kapolri, Gubernur Riau, Kapolda, Bupati, Kapolres dan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kuansing.

banner 970x250