Temuan Jejak, Diduga Telapak Kaki Harimau di Areal Perkebunan PT Gandaerah Hendana Pelalawan

banner 468x60

PANGKALAN KERINCI –Tim Resort Kerumutan Utara dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama karyawan perusahaan melakukan mitigasi konflik satwa liar di areal konsesi PT. Gandaerah Hendana, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Tim melacak keberadaan jejak satwa liar yang diduga sebagai jejak telapak kaki harimau di areal perkebunan kelapa sawit perusahaan.

banner 338x250

Pihak PT. Gandaerah Hendana melaporkan temuan jejak oleh karyawannya pada hari Rabu (18/8/2021) yang diduga bahwa jejak tersebut adalah jejak satwa liar yang dilindungi di areal konsesinya.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen, Minggu (22/8/2021) mengatakan, tim berkoordinasi dengan pihak perusahaan mengenai jejak yang dijumpai tersebut untuk dilakukan pengecekan bersama.

“Saat pengecekan bersama, tim menemukan jejak di areal perkebunan perusahaan,” ungkapnya.

Jejak tersebut, melintas jalan koridor PT Pertamina dan kembali mengarah ke areal perkebunan PT Gandaerah Hendana hingga ke dekat belukar tempat kuburan lama masyarakat setempat.

“Ukuran jejak yang sama dengan sebelumnya. Jarak lokasi kejadian dari kawasan konservasi kurang lebih 7 km,” sebut Hansen.

Tim memberikan sosialisasi dan imbauan kepada pihak perusahan perkebunan kelapa sawit tersebut agar karyawannya tidak melakukan kegiatan sendirian.

“Tim menyampaikan agar pihak perusahaan memasang plang peringatan dan camera trap di sekitar daerah perlintasan satwa serta melakukan penyisiran jerat di sekitar lokasi tersebut,” tandas Andri Hansen, kepada GoRiau.com.

banner 970x250