PEKANBARU – Pasca lima penumpang yang ditangkap Polresta Pekanbaru karena gunakan surat test PCR (polymerase chain reaction) palsu, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, memaksimalkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi.
Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Yogi Prastyo, menyampaikan, koordinasi yang solid di lapangan sudah dilakukan antara KKP, AVSEC atau BKO TNI-AU, Polresta Pekanbaru bersama stake holder, sehingga berhasil menggagalkan upaya keberangkatan penumpang dengan menggunakan hasil swab test PCR palsu di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
“Untuk proses selanjutnya (terkait penangkapan 5 penumpang pengguna hasil test PCR palsu), kami limpahkan kepada kepolisian untuk proses lebih lanjut,” kata Yogi kepada GoRiau, Rabu (25/8/2021).
Selanjutnya kata Yogi, dengan adanya penangkapan itu, pihak Bandara akan lebih memaksimalkan pemeriksaan di Bandara SSK II Pekanbaru.
“Pastinya untuk pemeriksaan kita mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu untuk menghindari pemalsuan, kita memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi Bandara SSK II dengan melaksanakan digitalisasi pemeriksaan dokumen kesehatan untuk perjalanan,” terang Yogi.
Yogi menjelaskan, penumpang pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru, saat ini cukup menscan QR-Code yang ada di aplikasi peduliLndungi untuk bisa pergi menggunakan transportasi udara.
“Penumpang pesawat yang telah menscan QR-Code dan syarat penerbangan telah lengkap (Layak Terbang) langsung bisa langsung ke Check-in Counter mengambil boarding pas. Aplikasi tersebut sudah terintegrasi antara data vaksin dan hasil pemeriksaan PCR sehingga menggindari pemalsuan dokumen,” tutupnya.
Diketahui, beberapa hari lalu, hari Sabtu (20/8/2021), dan hari Minggu (22/8/2021), aparat kepolisian dari Polresta Pekanbaru sudah mengamankan sedikitnya 5 orang pengguna surat PCR palsu di Bandara SSK II Pekanbaru.










