TOKYO – Atlet para atletik Indonesia, Jaenal Aripin mengaku kecewa dengan kejadian yang menimpanya saat berlomba di nomor 400 M putra T54 cabang olahraga para atletik Paralimpiade Tokyo 2020.
Atlet asal Jawa Barat yang mendahului start jelang dimulainya heat 2 itu didiskualifikasi dan langsung dikeluarkan dari perlombaan yang berlangsung di Tokyo National Stadium, Minggu (29/8).
Saat itu, Jaenal memang langsung memulai start lebih awal saat tembakan aba-aba belum dibunyikan. Atas kejadian tersebut Jaenal mengaku salah dan hilang fokus sehingga keluar garis start lebih awal.
“Saya ingin mengklarifikasi kejadian tadi, yang terjadi pada pertandingan saya dinomor 400M klasifikasi T54. Mungkin di situ saya melakukan kesalahan karena saya terlalu cepat keluarnya waktu start. Mungkin itu selisihnya sedikit sekali dengan suara tembakan.” jelas Jaenal.
Jaenal sendiri masih akan berlomba untuk dua nomor lainnya pada Senin (30/8), yaitu 100M dan estafet universal. Ia berharap besok tidak melakukan kesalahan yang sama dan bisa memberikan yang terbaik.
“Saya masih akan bermain di 100M dan estafet universal, sekali lagi saya mohon maaf kepada pelatih, NPC Indonesia, masyarakat di Indonesia. Mudah-mudahan besok saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
“Kesalahan ini juga menjadi pelajaran yang berharga bagi saya agar kedepannya bisa konsentrasi, lebih fokus agar terhindar dari kesalahan-kesalahan seperti tadi,” ucap Jaenal.
Jaenal masih akan tampil di dua nomor lomba di Paralimpiade 2020. Ia akan turun di kategori T54 nomir 100 meter putra yang akan berlomba pada 1 September dan estafet 4×100 meter universal bersama Karisma Evi Tiarani, Saptoyogo Purnomo, dan Putri Aulia pada 3 September mendatang.
Semoga dengan kesalahan hari ini bisa menjadi pemicu semangat Jaenal untuk menunjukan penampilan terbaik bagi kontingen Indonesia.










