Lagi, 22 Warga Riau Terpapar Varian Delta, Ini Penjelasan Gubri

banner 468x60

PEKANBARU – Jumlah warga di Provinsi Riau yang terpapar Covid-19 varian Delta bertambah 22 menjadi 28 orang. Penambahan kasus ini diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta terhadap 32 sampel, pada Juli lalu.

“Ada tambahan 22 orang lagi (terpapar Varian Delta, red). Varian Delta di Riau itu kan hasilnya pada bulan Mei ada enam orang yang terpapar. Kemudian, bulan Juli yang baru keluar kemarin, ada 22 orang dari 32 sampel yang diperiksa,” jelas Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar di rumah dinasnya, Senin (30/8/2021).

banner 338x250

Pemberitahuan bertambahnya kasus Varian Delta ini, kata Gubri, terlambat dan cukup lama karena harus menunggu hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke laboratorium di Jakarta tersebut.

“Artinya Varian Delta jelas ada. Tapi karena pemeriksaan labornya harus ke Jakarta. Maka mengalami kelambatan dalam rangka pemberitahuan kepada daerah,” jelasnya.

Ia berharap dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Riau bisa membeli alat pendeteksi varian delta.

“Semoga alatnya bisa dibeli agar memudahkan kontrol kalau ada terjadi varian delta di Riau. Saat ini peralatan yang ada di labor di Jakarta itu belum ada di daerah provinsi ini,” ujarnya.

Gubri menyampaikan penambahan 22 orang terpapar Covid-19 varian Delta tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Riau. “Tersebar diberbagai kabupaten dan kota, tidak hanya di Pekanbaru,” ujarnya..

Untuk itu, ia pun mengimbau agar warganya selalu taat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kami menghimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Agar tidak berkembang di daerah Riau ini,” pesan Gubri.

banner 970x250