PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Inhu-Kuansing, Marwan Yohanis mulai bangga kepada masyarakat di Dapilnya yang saat ini terus bergerak ke arah sektor pertanian dan peternakan.
Dikatakan Politisi Gerindra ini, sedari awal menjabat pada masa periode 2014-2019 dan dilanjutkan pada periode 2019-2024, dia memang serius untuk memperjuangkan bagaimana kampung halamannya bisa kembali menjadi daerah yang mandiri dari segi pangan.
Dari reses yang dia lakukan di 12 titik selama dua minggu belakangan, dia melihat antusias masyarakat untuk kembali kepada sektor pertanian dan peternakan. Dan antusias ini terus meningkat setiap kali dia melakukan kunjungan reses.
“Alhamdulillah, lahan-lahan yang selama ini menganggur sudah kembali diproduktifkan oleh masyarakat. Mereka tak mau lagi membiarkan lahannya kosong, semua ditanami berbagai hal, mulai dari padi, sayur mayur hingga buah-buahan,” ujar Anggota Komisi V DPRD Riau ini kepada GoRiau.com, Jumat (3/9/2021).
Selama ini, terangnya, pesawahan biasanya didominasi oleh kalangan ibu-ibu, namun saat ini kalangan laki-laki juga sudah mulai kembali ke sawah. Hal ini tak terlepas dari berbagai bantuan alat pertanian yang terus dia perjuangkan.
Hal yang sama juga terjadi di sektor peternakan, yang dulunya didominasi oleh bapak-bapak, sekarang kalangan anak muda juga mulai bergerak di bidang peternakan. Artinya, generasi mulai paham dan tidak malu-malu lagi untuk menjadi seorang peternak.
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
“Dalam reses terus saya sampaikan, kalau ada binatang tidak dipelihara dengan baik, maka dia itu akan tetap menjadi binatang. Tapi kalau dia dipelihara dan dirawat dengan baik, itu baru ternak namanya. Dengan sosialisasi seperti itu, masyarakat tidak lagi melepasliarkan ternaknya, mereka rawat dengan sangat baik,” katanya.
Bahkan, lanjut Marwan, banyak juga yang sudah berinsiatif membentuk kelompok ternak, tidak lagi memelihara ternaknya secara pribadi atau keluarga. Dengan begitu, mereka punya aset kandang ternak bersama.
“Ada yang kelompoknya memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD), ada juga yang pakai dana pribadi. Dari kelompok ini, masyarakat sudah mendapatkan manfaat luar biasa, terutama dari produksi pupuk,” tuturnya.
Mantan Ketua DPRD Kuansing ini menyebut, dia sudah menyarankan kepada kelompok ternak ini untuk tidak menjual sapi, tapi cukup menjual pupuk saja. Karena, kalau menjual sapi, dia mengibaratkan masyarakat menjual pabrik pupuk.
“Karena geliat beternak ini terus meningkat, ada masyarakat yang mulai bertanam rumput. Artinya, sektor peternakan ini bisa menjadi alternatif ditengah kondisi ekonomi yang terus menurun ini. Pemerintah harus terus memberikan stimulus bantuan, pemerintah harus hadir disini,” imbuhnya.
Tak hanya, sektor pertanian dan peternakan saja, sektor perikanan darat juga terus menggeliat. Dimana sudah ada begitu banyak kelompok-kelompok perikanan yang mendapatkan penghasilan dari ikannya.










