PEKANBARU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Provinsi Riau resmi terbentuk setelah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) bernomor 050/SK/DPN-ASPANJI/VIII/2021 tertanggal 4 Agustus 2021.
Adapun struktur kepengurusan DPD Aspanji Riau akan dipimpin oleh Hendri Pangaribuan, Sekretarisnya, Tekad Indra Pradana Abidin dan Bendaharanya, Erlina Asni Tampubolon.
Kemudian, untuk Dewan Penasehat akan diisi oleh Ketua Kadin Riau, Dewan Pertimbangan, Zukri. Selain itu, juga ada koordinator di Komite masing-masing, yakni Hery Fredy Simanjuntak, Ahmadi, Darwin Pangaribuan, dan Megawati Matondang.
Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Premier Pekanbaru ini, Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPN Aspanji, Effendi Sianipar, menegaskan fungsi asosiasi ini adalah pemberdayaan dan memperjuangkan anggotanya.
Aspanji Riau, kata Effendi, harus memastikan para pengusaha yang tergabung dalam Aspanji bisa mendapatkan hak-haknya selaku pengusaha di Provinsi Riau.
Dia menegaskan, Aspanji tidak hanya menggantungkan pekerjaan di segmentasi pemerintah saja atau APBD. Pun begitu, Aspanji juga akan mengawasi setiap dugaan lelang gelap.
“Banyak pengusaha apalagi di bidang pengadaan yang mampu menerima lelang di Riau ini, jangan lagi dikasih ke orang luar. Apalagi pemerintah, jangan main-main sama proyek, ada UU yang mengaturnya,” tegas Anggota DPR RI Dapil Riau 1 ini, Kamis (2/9/2021).
#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }
Effendi tak membantah, jika Aspanji akan melakukan pengawasan terhadap tender-tender yang berkaitan dengan Blok Rokan. Dia berharap, Pertamina Hulu Rokan (PHR) bisa mengakomodir pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Riau ini.
“Jangan lihat pengusaha secara pribadi, lihat secara kelembagaan, jika iuran kami para anggota ini, banyak juga aset kami ini,” tambahnya.
Untuk program jangka panjang, Aspanji, lanjut Effendi, akan melakukan pembinaan kepada anggota untuk bisa lebih profesional dalam mengikuti proses tender. Apalagi saat ini tender-tender yang ada sudah memakai IT.
Aspanji sendiri saat ini sudah terakreditasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) baik di tingkat pusat maupun tingkat provinsi. Sehingga, legalitas mereka sudah tidak diragukan lagi.
Sementara untuk program jangka pendek, Effendi menargetkan para pengurus DPD Aspanji Provinsi Riau untuk bisa membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten kota dalam waktu tiga bulan ini
“Salah satu tugas pokok mereka adalah itu. Supaya mengkonsolidasikan ini sampai ke tingkat bawah,” tutupnya.










