oleh

Tim Advokasi Seknas Prabowo-Sandi Duga Penemuan Ribuan C1 Adalah Skenario

JAKARTA – CEO Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, M Taufik mengutus tim advokasinya, Yupen Hadi untuk berkomunikasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat terkait temuan formulir C1 asal sejumlah daerah di Jawa Tengah yang diamankan di Menteng, Jakarta Pusat.

Kordinator Divisi SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga sebelumnya menyatakan temuan form C1 tersebut menguntungkan paslon 02 Prabowo-Sandi. Yupen mengatakan pejabat Bawaslu Jakpus yang bicara temuan C1 itu menguntungkan Prabowo-Sandi pernyataannya di plintir media.

banner 300x250

“Tadi saya ke Bawaslu Jakpus ada Sentra Gakkumdu di sana ada Ketua Bawaslu DKI Pak Jufri. Ada komisioner bidang penindakan di sana ada juga pak Halman dan Pak Roy. Kita nanya sama mereka, ‘ini Pak Roy yakin palsu semua atau gimana sebenarnya?’ Lalu dia bilang ini di plintir media. Saya bingung di plintir gimana. Karena ada sample yang coba disampaikan. Lalu kita tanya kronologi kejadian,” kata Yupen saat jumpa pers di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Yupen mengungkapkan kronologis temuan C1 di dalam mobil yang dirazia polisi di kawasan Menteng. Kata dia ada seseorang yang memesan taksi online dan memasukkan dus berisi C1 itu ke dalamnya. Setelah tak lama taksi tersebut jalan, polisi menyetopnya di Jalan Besuki dalam rangka razia.

“Jadi benar ada penangkapan dari polisi. Polisi kemudian lihat ada form C1. Begitu dilihat ada form C1 mungkin polisinya langsung mikir ‘wah ini form palsu ini harus lapor ke Bawaslu.’ Pertanyaannya dari mana dia tau palsu? Kalau benar apa masalahnya? Akhirnya dibawa ke Bawaslu Jakpus. Di sana sejauh ini masih ditelusuri. Sopir taksi onlinenya masih diperiksa,” terang dia.

BPN

Baca Juga: BPN Bantah Kirim Ribuan C1 yang Diamankan Polisi di Menteng

Yupen khawatir tim pemenangan 02 di skenariokan berbuat curang oleh pihak tertentu atas peristiwa ini. Ia juga heran mengapa polisi yang menggelar razia sampai memeriksa isi mobil dan ketika menemukan C1 langsung melaporkannya ke Bawaslu. Yupen juga menyalahkan Bawaslu Jakpus yang disebut sembarangan bicara terkait kasus tersebut.

“Di dalam surat itu seakan-akan kongkalikong gila-gilaan ‘pak sudah kita kasih C1 yang seperti ini tolong bapak mainkan sebagaimana intruksi.’ Ini gila. Ini ada orang yang sedang mencoba membuat skenario luar biasa. Kok kalau razia kenapa harus periksa mobil, kenapa gak periksa suratnya saja? Lalu pas ketemu C1 kenapa otak dia langsung berpikir investigatif seolah ada yang salah dan harus melapor ke Bawaslu,” tutur Yupen.

“Bawaslunya juga gila ini Roy sembarangan ngomong. Begitu dia buka dia langsung bilang ‘oh ini ternyata seknario palsu yang untungkan 02’ jadi ini skenarionya terlalu rapih jadi kita diminta untuk berpikir cerdas,” sambungnya.

Yupen menegaskan ribuan formulir C1 itu bukan milik Seknas Prabowo-Sandi. Ia meminta Bawaslu bersikap transparan menginvestigasi kasus ini dengan cara melibatkan tim 02.

“Seperti dibilang Pak Taufik, kami tidak punya perangkat untuk melaksanakan kecurangan apalagi seperti ini. Kalau benar saya minta Bawaslu transparan untuk menginvestigasi ini, libatkan kami, jangan sampai ada upaya yang menjebak dan mendiskreditkan ketua Seknas kita Pak Taufik. Pada intinya silahkan pemeriksaan dijalankan. Polisi kita percaya secara penuh. Apapun yang terjadi harus diselesaikan,” terang dia.

Sebelumnya, ribuan formulir C1 asal sejumlah daerah di Jawa Tengah diamankan polisi saat operasi patuh jaya di Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, polisi mencurigai sebuah mobil yang mengangkut form C1. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bawaslu Jakarta Pusat.

Ribuan Form C1 itu dikemas dalam dus yang memiliki keterangan, “Dari Moh Taufik Seknas Prabowo Sandi beralamat di Jalan HOS Cokro Aminoto, Menteng, Jakarta Pusat. ditujukan kepada Toto Utomo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.”

Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat, Roy Sofia Patra Sinaga mengatakan, ribuan C1 yang dibungkus dalam sebuah kardus tersebut diduga untuk memenangkan paslon Capres dan Cawapres 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Yang kardus putih 2.006 C1 salinan, yang kardus coklat 1.671. dan menguntungkan 02,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DKI, Puadi menuturkan hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah itu C1 palsu atau asli. pasalnya hingga saat ini masih dilakukan investigasi.

“Nah kami instruksikan ke Bawaslu Jakpus, untuk pertama adalah investigasi. Kemudian menelusuri dan mendalami, kemudian kalau sudah cukup luat alat bukti ya kemudian silakan pleno di internal bawaslu jakpus. Kemudian langkah selanjutnya adalah segera di registrasi, nah kalau udah di registrasi kan punya waktu 14 hari, cuma masalahnya kan kita helum bisa menyimpulkan bahwa apakah itu C1 asli atau palsu gitu kan,” jelas dia.

(edi)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI