PPKM Hanya Buat Kerumunan di Gang-gang, DPRD Riau: Tirulah Slogan Pegadaian

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Komisi V DPRD Riau, Eddy Moh Yatim, meminta kejelasan dari pemerintah terkait evaluasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan tiga tahapan.

PPKM ini sendiri menurutnya sudah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, bahkan di Kota Pekanbaru, sejumlah pedagang mengibarkan bendera putih sebagai pertanda bahwa mereka tidak sanggup lagi dengan kondisi ini.

banner 338x250

*Evaluasinya seperti apa? Ini kan tanpa evaluasi pemerintah buat kebijakan begini, begini, begini. Baik pemerintah nasional maupun lokal tak ada evaluasinya, padahal evaluasi itu penting,” kata Sekretaris DPD Demokrat Riau ini, Sabtu (14/8/2021).

Demokrat sendiri, secara kepartaian sudah menyoroti hal itu, bahkan dalam pertemuan virtual, Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan DPD Demokrat se-Indonesia, juga disampaikan terkait keluhan masyarakat terhadap PPKM ini.

“Setiap kebijakan kan harus ada evaluasi supaya tahu kita, seperti apa plus minusnya. Tapi sekarang ini kan tak tahu kita hasilnya. Apa hasil PPKM ini? Apakah hanya sekedar membuat kerumunan di gang-gang?” tegasnya.

Legislator Dapil Dumai, Kepulauan Meranti dan Bengkalis ini meminta pemerintah bisa mencontoh slogan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Pegadaian. “Pemerintah sekarang hanya menciptakan masalah baru, tirulah Pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah,” tutupnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, mengingatkan pemerintah terhadap dampak dari perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menimbulkan reaksi di masyarakat bawah.

“Kebijakan pemerintah itu harusnya memberi solusi, kalau begini kan jadinya pemerintah beternak masalah. Pemerintah prinsipnya mencari solusi. Jangan menambah masalah. Masalah masyarakat itu sudah sangat banyak,” kata mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini, Selasa (10/8/2021).

Kebijakan PPKM, ujar Achmad, yang sudah berjalan dua tahapan ini sudah memberikan dampak sosial ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat. Apalagi masyarakat yang bergantung hidup dari sektor informal.

“Kita lihat yang jual gorengan, jual sate, dan lainnya, mereka itu kan berdagang bukan dari pagi sampai malam. Mereka buka jam 4 sore, jam 8 malam sudah tutup, begini potret ekonomi kita hari ini,” terangnya.

banner 970x250