SELATPANJANG – Dianggap meninggal tak wajar, makam jenazah balita yang berusia 4 (empat) tahun di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dibongkar.
Dari informasi yang dirangkum GoRiau.com, pembongkaran makam Almarhum El di Taman Pemakaman Umum Parit Lajar, Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang dilakukan dan dihadiri oleh keluarga yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Prihadi Tri Saputra, didampingi Kapolsek Rangsang, Iptu Djoni Rekmamora, Camat Rangsang, Tengku Arifin, dan lainnya, Jumat (13/8/2021) siang.
Lalu, dilanjutkan proses autopsi oleh tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau yang berlangsung sekitar tiga jam yang langsung dilakukan di tempat tersebut yakni dari pukul 13.30 WIB sampai dengan 16.20 WIB.
Tim Forensik Polda Riau dipimpin langsung oleh ketua tim Forensik, Kompol Suprianto, Dokter Forensik, dr Tegar didampingi 2 teknisi Forensik dan 5 orang anggota tim Forensik.
Pembongkaran makam balita dan kemudian dilakukan autopsi bertujuan untuk mendapatkan hasil dari penyidikan dan mendalami serta mengumpulkan bukti-bukti tentang penyebab kematian korban. Selain itu, autopsi yang dilakukan juga atas permintaan pihak keluarga yang melihat adanya kejanggalan pada tubuh balita yang meninggal dan dimakamkan dua hari lalu tepatnya Rabu (11/8/2021) lalu.
Usai di autopsi jasad El kembali dikebumikan ditempat semula. Untuk sementara hasil dari autopsi menunggu analisa dari Tim Forensik Polda Riau.
Diketahui sebelumnya, seorang balita di Kecamatan Rangsang meninggal dunia pada Rabu (11/8/2021). Anak berjenis kelamin perempuan itu dititipkan orang tua kandungnya yang bekerja di Malaysia kepada orang tua asuhnya.
Kematiannya pun mengundang perhatian dan tanda tanya warga setempat karena dianggap tidak wajar. Hal ini setelah beredarnya foto pada tubuh korban yang terdapat luka memar, hal itu menyebabkan kecurigaan pihak keluarga.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, Minggu (15/8/2021) siang, membenarkan adanya pembongkaran makam balita di Rangsang, namun ia mengaku belum bisa membeberkan secara rinci kronologis kejadian.
“Iya memang ada (pembongkaran makam balita), namun kita belum bisa memberikan informasi secara lengkap karena masih dalam proses, nanti kita informasikan lagi ya,” pungkasnya.










